
Segara Sunset
Markisa, jeruk peras, dan soda rosella yang membentuk gradasi jingga-merah seperti matahari tenggelam di Segara - laut dalam bahasa Jawa.

Menjelang senja, bar kecil kami mulai meracik: mocktail dari rempah dan buah pesisir, jamu yang disajikan setinggi gelas bar, dan kopi malam. Tanpa alkohol di halaman ini — dan memang begitu seharusnya.

Markisa, jeruk peras, dan soda rosella yang membentuk gradasi jingga-merah seperti matahari tenggelam di Segara - laut dalam bahasa Jawa.

Jeruk kunci, sentuhan daun sirih, dan tonic tanpa alkohol - pahit-segar yang dewasa rasanya.

Asam jawa tua, gula aren, dan busa aquafaba yang lembut - sour tanpa alkohol, tanpa telur.

Klengkeng segar, sirup serai, perasan lemon, dan soda - ringan dan bersih.

Punch hangat dari jahe bakar, kayu manis, cengkeh, dan jeruk - untuk malam berangin di teras.

Air dan daging kelapa muda diblender dengan es dan pandan - manis alami tanpa tambahan gula.

Teh bunga telang biru yang berubah ungu saat diberi jeruk, diharumkan melati.

Jamu beras kencur buatan pawon dituang di atas es dan soda - tradisi yang disajikan setinggi gelas bar.
Sesudah jam 17.00, bar juga menyeduh kopi — espresso, affogato gula jawa, dan cold brew. Lihat program kopi lengkap. ☕ →
Di ruang terpisah, ada daftar pendek minuman ringan golongan A untuk tamu dewasa. Kami tidak memajang merek maupun harga di halaman publik — itu bukan kelalaian, melainkan kepatuhan pada Permendag 20/2014 tentang larangan iklan minuman beralkohol. Semua item di daftar itu berketerangan tidak halal sesuai UU 33/2014.